#pripramudya

Bagaimana Cara Menulis Blog Jaman Now (Panduan Senilai 14 Juta Rupiah)

#menulis

Nge-blog?

Hari gini?

Udah nggak jaman, coyy..!!

YouTube dongg.. YouTube!

Kalau pengen sukses, punya duit banyak, jadilah YouTuber.

YouTube da bes lahh..!

Ya, bahkan YouTuber sudah menjadi pilihan karir bagi kebanyakan para remaja atau milenial saat ini juga menjadi cita-cita anak-anak.

“Nak, cita-cita mu apa kalau sudah besar nanti?”

“Aku ingin jadi YouTuber.”

Tidak bisa dipungkiri, YouTube memang menjadi fenomena tersendiri.

Pembuat konten dimanjakan dengan trafik pengguna YouTube yang saat ini sudah mencapai 2 milyar per bulan sehingga mereka cukup fokus membuat konten yang berkualitas dan disukai banyak orang.

Selebihnya, algoritma YouTube yang bekerja, memberikan rekomendasi spesifik ke setiap penggunanya sesuai preferensi atau kesukaan mereka.

Kamu mungkin juga sering mendengar, membaca, atau menonton kabar tentang potensi penghasilan dari YouTube yang bisa mencapai miliaran per bulannya.

Ditambah lagi sekarang kebanyakan orang lebih suka menonton daripada membaca.

Kebanyakan orang lebih suka nonton di YouTube dibandingkan membaca blog.

Jadi, apakah blog sudah mati?

Sebelum saya jawab pertanyaan ini, saya sampaikan data statistik berikut, disadur dari createandgo.com:

Ya, ternyata blog masih merupakan sesuatu.

Blog tidak mati, blog berkembang mengikuti tuntutan zaman.

Dulu, blog tentang kehidupan pribadi dari penulis bisa banyak mendatangkan trafik.

Sekarang?

Sepi. Orang sudah tidak mengunjungi blog seperti itu lagi.

Untuk tahu kehidupan orang lain, sekarang bisa melalui sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter.

Terus, blog yang seperti apa yang bisa mendatangkan trafik yang tinggi dan berpotensi untuk menghasilkan?

Blog tentang bagaimana cara mensolusikan permasalahan yang dihadapi oleh orang-orang

Di tulisan ini, saya akan berikan Kamu panduan bagaimana cara membuat blog yang bisa mendatangkan trafik yang cukup signifikan dan berpeluang untuk menghasilkan.

Panduan ini, dulu di bulan Agustus 2018 saya dapatkan dengan menggunakan kartu kredit saya senilai 497 USD atau setara 7,2 juta rupiah. Lalu, saya cek harga sekarang, ternyata harganya menjadi 997 USD atau setara 14 juta rupiah.

Dua kali lipatnya!

Pertanyaan penting selanjutnya, berapa harga yang harus Kamu bayar untuk dapat panduan ini?

GRATIS.

Terus terang, saya juga belum melakukan seluruh langkah demi langkah sesuai yang ada di panduan ini.

Tentu saja, hasilnya tidak terlalu signifikan.

Bahkan, saya belum mendapatkan sepeser rupiah pun dari blog pripramudya.com ini karena sejak awal memang fokus saya hanyalah menulis dan menulis saja, belum ada niat untuk me-monetisasi.

Harapannya, kalau Kamu bisa konsisten melakukan apa yang ada di panduan ini, Kamu bisa memiliki blog sukses yang menghasilkan, setidaknya ada peningkatan trafik.

Sampai sini, kalau Kamu masih ragu untuk memulai nge-blog, saya akan sampaikan kesimpulan tentang panduan ini di awal:

Tidak ada yang rahasia di panduan ini, untuk bisa membuat blog yang menghasilkan, dibutuhkan keuletan dan kesabaran tinggi juga kerja keras serta waktu yang tidak sedikit.

Kalau Kamu memiliki keinginan yang kuat dan serius, Kamu bisa baca serta melakukan langkah-langkah di panduan ini.

Kamu bisa membaca sesuai kebutuhan atau yang Kamu fokuskan karena panduan tentang blog ini dibagi menjadi beberapa bagian yang bisa Kamu pelajari secara terpisah.


Daftar Isi


Bagaimana Cara Memilih Topik Blog yang Membuat Wow Pembaca

Kamu sudah memutuskan untuk membuat blog dan membaca panduan ini.

Kamu siap untuk membuat blog dengan serius dan menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan pekerjaan utama.

Melalui blog, Kamu ingin bantu pembaca bisa meningkatkan derajat kehidupan mereka.

Dan karena Kamu begitu semangatnya ingin menyampaikan topik blog Kamu ke seluruh pembaca di dunia, Kamu pun tahu para pembaca juga akan tertarik.

Sampai sini, kebanyakan blogger pemula terperangkap pada semangat menggebu-gebu di awal dan mulai menulis.

Lalu mereka menunggu respons dari pembaca dan juga trafik yang tinggi di blog mereka.

Namun bagi kebanyakan blogger pemula, hal ini ternyata tidak terjadi, trafik tidak pernah ada. Blog sepi dan ternyata tidak seperti yang mereka harapkan sebelumnya.

Lalu mereka mulai menyerah.

Mereka pikir itu salah mereka. Mereka mulai menyadari mereka tidak bakat menjadi blogger.

Mereka mengira-ngira apakah mereka melakukan sesuatu yang salah atau membayangkan ternyata mendapatkan perhatian pembaca lebih sulit dari yang mereka duga.

Apakah Kamu juga pernah mengalami hal ini?

Kamu mungkin belum menyadari bahwa sebenarnya yang Kamu perlu lakukan adalah berpikir dan mempersiapkan beberapa hal sebelum Kamu mulai menulis.

Dan tidak hanya Kamu saja.

Kebanyakan blogger pemula tidak peduli dan mereka melewati langkah krusial ini.

Kalau setelah membaca skenario di atas Kamu bergumam, “Gue banget”, jangan langsung putus asa.

Ini bukanlah kesalahan yang sulit diubah.

Tetapi kalau Kamu masih kesusahan menyampaikan pesan yang ngeklik dengan audiens atau pembaca kebanyakan, ada beberapa hal yang harus Kamu perhatikan sejak awal.

Dua Hal Penting yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mulai Menulis

Sebelum Kamu menulis, Kamu harus punya pemahaman tentang hal berikut:

Kalau topik Kamu nggak jelas atau Kamu pilih sudut pandang yang salah, maka apa yang Kamu tulis tidak akan bisa cocok dengan audiens Kamu.

Segala usaha Kamu akan sia-sia.

Jadi, Kamu harus melakukan persiapan ini karena langkah awal perjalanan blog Kamu adalah langkah yang paling penting.

Tapi sebelumnya, kita sedikit balik dan membahas tentang bagaimana Kamu berpikir tentang blog Kamu.

Kalau pemikiran Kamu menyimpang, maka segala yang Kamu lakukan mulai saat ini akan menyimpang juga.

Kerangka dan Mental Berpikir agar Sukses Membangun Blog

Ada beberapa cara penulis memandang tentang blog mereka.

Cara pertama - dan cara kebanyakan orang melihat blog mereka - adalah cerminan dari diri mereka sendiri.

Artinya, isi dari blog lebih banyak membahas tentang mereka, pengalaman mereka, nilai, dan ide mereka, si penulis blog.

Ini bisa dinamakan blog yang berakar di diri sendiri.

Apakah ini terdengar familiar?

Ya, bagi banyak orang.

Sayangnya, ini adalah pendekatan yang keliru.

Nge-blog tentang diri sendiri merupakan salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan blogger pemula. Tidak ada blog yang sudah sangat populer menggunakan cara ini.

Lalu, bagaimana seharusnya Kamu berpikir tentang blog Kamu?

Blog harus berakar dari pembaca Kamu.

Untuk bisa melakukan ini, Kamu harus berhenti berpikir bahwa blog Kamu adalah tentang diri Kamu sendiri.

Blog sebenarnya bukanlah tentang dirimu, sama sekali.

Sebenarnya, blog adalah tentang pembaca atau audiens Kamu, ketertarikan mereka, permasalahan mereka, dan keinginan mereka.

Tujuan dan mimpi pembaca blog Kamu adalah atraksi yang paling utama.

Sekarang, apakah ini berarti Kamu tidak boleh menceritakan diri Kamu sama sekali?

Tidak. Bukan begitu.

Pengalaman Kamu, ide Kamu bukanlah - dan seharusnya tidak menjadi - fokus utama dari blog Kamu.

Kamu tentu saja bisa bercerita tentang diri Kamu, tetapi perlu diingat, Kamu harus selalu menghubungkan cerita Kamu ke pembaca dan membantu bagaimana Kamu menyelesaikan permasalahan mereka.

Contohnya, Kamu bisa bercerita pengalaman pribadi Kamu di tulisan yang terdiri dari 1.000 kata, maka 800 kata seharusnya tentang pembaca Kamu, bukan tentang diri Kamu sendiri.

Kamu harus berpikir bahwa blog Kamu adalah milik pembaca Kamu.

Kamu hanyalah pendamping.

Lalu, bagaimana caranya?

Tentu saja caranya akan dibahas di panduan ini.

Apa yang Akan Kamu Pelajari di Bagian ini?

Tujuan utama dari panduan di bagian ini adalah bagaimana membuat Kamu yang sebelumnya memiliki mindset blog tentang diri sendiri menjadi blog yang terpusat pada pembaca.

Kenapa? Karena hal ini adalah “rahasia” membuat blog yang populer.

Semua blog populer kebanyakan tentang pembaca mereka.

Tidak bisa ditawar, menjadikan blog yang terfokus pada pembaca adalah satu-satunya cara untuk membangun blog yang sukses.

Beberapa blogger terkenal yang sudah sukses telah terlatih untuk berpikir dan menulis dengan mindset ini, sedangkan beberapa yang lain sudah terbiasa akan hal ini.

Bagaimanapun, inilah keterampilan yang mereka miliki - dan yang Kamu juga harus latih.

Kabar baiknya? Caranya ada di panduan ini.

Apakah Kamu siap? Ayo!

Pertama-tama, kita akan belajar mendefinisikan topik, audiens, dan sudut pandang.

Bagaimana Cara Memilih Topik dan Sudut Pandang yang Bisa Mendatangkan Banyak Pembaca

Mari kita bahas tentang topik terlebih dulu.

Ada beberapa kategori topik yang selalu mendominasi trafik internet.

Faktanya, Kamu akan kesulitan menemukan blog sukses yang tidak ada pada kategori atau ceruk pasar ini.

Kamu harus tahu niche populer blog Kamu masuk di kategori mana dengan alasan berikut:

  1. Mengetahui niche akan membantu Kamu menentukan topik apa yang cocok dengan audiens.
  2. Niche Kamu menentukan di mana - dan bagaimana - Kamu akan mendapatkan pembaca yang tertarik pada topik di blog Kamu.
  3. Para influencer yang ada di niche Kamu (blogger, penulis, podcaster lain) bisa mendatangkan trafik ke blog Kamu.

Ada 11 kategori topik blog yang akan dibahas di bagian ini.

Yuk kita cek kategori topik ini dan lihat kira-kira blog Kamu masuk di kategori yang mana.

Langkah#1: Identifikasi Niche dan Sub Topik

Kamu bisa bayangkan niche atau ceruk pasar sebagai ember besar yang bisa menampung banyak topik berelasi.

Beberapa diantaranya bisa tumpang tindih, tapi secara umum, blog Kamu akan jatuh pada satu kategori niche.

Berikut 11 kategori niche dari blog:

  1. Bisnis dan kewirausahaan
  2. Karir
  3. Industri kreatif
  4. Pekerjaan lepas
  5. Teknologi dan gadget
  6. Pengembangan diri
  7. Keuangan pribadi
  8. Mendidik anak
  9. Berita, budaya, dan hiburan
  10. Pemasaran

Setiap kategori ini sangatlah luas.

Kalau Kamu tidak menemukan topik Kamu, maka kemungkinan topik Kamu berada di salah satu kategori yang luas ini.

Misalnya, Kamu blogging tentang diet, senam taichi, menjaga kebugaran, maka Kamu berada di kategori pengembangan diri.

Kamu bercerita tentang makanan atau kuliner? Maka ini masuk di industri kreatif.

Menulis tentang bagaimana cara mengelola gaji? Keuangan pribadi.

Kamu kemungkinan bisa langsung tahu kira-kira masuk di kategori mana setelah membaca contoh-contoh di atas.

Tapi Kalau Kamu masih belum yakin, jangan khawatir.

Berikut daftar detail masing-masing contoh kategori niche populer:

  1. Bisnis dan kewirausahaan
    • UMKM
    • Manajemen
    • Startup
    • Saham
  2. Karir
    • Lowongan kerja
    • Pengembangan karir
    • Ketenagakerjaan
  3. Industri kreatif
    • Hobi kerajinan tangan
    • Hobi meulis
    • Hobi makan atau kulineran
    • Musik
    • Fotografi
    • Dekorasi rumah
  4. Pekerjaan lepas
    • Desain rumah
    • Programming atau coding
    • Grafik desain
    • Fotografer
  5. Teknologi dan gadget
    • Komputer
    • Handphone
    • Konsol game
  6. Pengembangan diri
    • Kesehatan dan fitness
    • Produktivitas
    • Spiritualitas dan agama
  7. Keuangan pribadi
    • Investasi
    • Mengelola gaji
    • Dana pensiun
  8. Mendidik anak
    • Balita
    • Keluarga
    • Psikologi anak
  9. Berita, budaya, dan hiburan
    • Gosip selebriti
    • Trending topik nasional
    • Politik
  10. Pemasaran
    • Pemasaran online
    • Iklan online
    • Pemasaran afiliasi

Kalau Kamu masih bingung, Kamu bisa cek salah satu website e-commerce terbesar di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak.

Kamu coba jelajahi dan cari tahu, produk-produk apa saja yang populer dan laris dibeli banyak orang.

Langkah#2: Tentukan Audiens Blog Kamu

Audiens adalah sekelompok orang atau pembaca yang tertarik topik dari blog Kamu.

Kita ambil contoh pekerja.

Pekerja bisa terdiri dari beberapa grup audiens seperti karyawan, buruh, dosen, tenaga kerja lepas, pegawai BUMN, direktur, kurir, dan lainnya.

Kalau dilihat dari sudut pandang pengkategorian topik blog, mereka semua memiliki kesamaan - mereka semua mendapatkan penghasilan dengan bekerja di salah satu perusahaan.

Nah, tetapi, kalau Kamu menyasar semua grup ini, maka Kamu akan kesulitan membangun koneksi dengan audiens Kamu.

Ini karena orang-orang di grup ini memiliki ketertarikan yang berbeda-beda.

Contohnya, buruh pabrik dengan penghasilan UMR memiliki permasalahan bagaimana cara untuk bisa membayar kontrakannya dan bisa tetap makan sehari-hari.

Sedangkan karyawan kantoran, fokus mereka adalah bagaimana bisa sukses promosi karir dalam waktu yang singkat.

Ketika Kamu menulis untuk membantu permasalahan salah satu grup di atas, maka Kamu akan membuat grup yang lain bosan karena mereka memiliki permasalahan dan ketertarikan yang berbeda.

Pembaca yang kebosanan tidak akan balik lagi ke blog Kamu.

Itulah kenapa Kamu harus menerapkan satu hal yang sangat penting ini:

Satu blog. Satu audiens.

Lebih baik memulai satu blog terpisah untuk satu audiens spesifik dan tidak mencampurnya dengan audiens yang lain.

Langkah#3: Tentukan Audiens Terbaik

Dari contoh sebelumnya, di langkah selanjutnya ini, Kamu harus tentukan mana yang merupakan audiens terbaik juga audiens utama yang akan Kamu sasar di blog Kamu.

Beberapa panduan untuk memilih audiens terbaik adalah sebagai berikut:

Kalau kita balik lagi ke contoh pekerja tadi, maka kita akan menemukan bahwa audiens terbaiknya adalah karyawan kantoran.

Karyawan kantoran setidaknya memiliki penghasilan yang cukup untuk bisa membeli produk yang Kamu tawarkan.

Jumlah mereka pun di Indonesia tentunya lebih dari satu juta, jadi ini merupakan pasar yang cukup luas.

Lebih lanjut lagi, mereka sudah melek internet dan sering juga baca blog.

Bagaimana Cara Membaca Pikiran Audiens Kamu dan Membantu Permasalah Mereka?

Bisa mengetahui apa yang audiens pikirkan sangatlah bernilai dibandingkan mengetahui tentang apa yang mereka lakukan di kehidupan sehari-hari.

Setiap audiens memiliki beberapa kesamaan walaupun mereka memiliki tingkat pendidikan ataupun tingkat pendapatan yang berbeda.

Kesamaan ini diantaranya adalah rasa takut, khawatir, tidak nyaman, frustasi, dan keinginan terdalam mereka (atau bisa disebut obsesi).

Beberapa pikiran yang membuat mereka gelisah diantaranya sebagai berikut:

Lalu apa sebenernya keinginan terbesar mereka?

Kamu bisa mengekspresikannya dengan template seperti:

Saya ingin [aksi] dan [aksi] sehingga saya bisa [mendapatkan hasil] dan [mendapatkan hasil].

Berikut beberapa contohnya:

Kalau Kamu bisa tahu tentang keinginan audiens seperti contoh di atas, maka mereka akan berpikir bahwa doa mereka telah dikabulkan dan inilah informasi yang mereka cari selama ini.

Ketika Kamu mulai bisa mengetahui tentang audiens, Kamu bisa memperkirakan dan mengantisipasi pikiran mereka dan berempati dengan permasalahan yang mereka hadapi.

Mereka akan tahu bahwa Kamu peduli tentang apa yang mereka pikir dan rasakan.

Lalu, bagaimana cara berempati dengan audiens Kamu?

Cari tahu tentang apa yang paling ingin mereka capai.

Kamu bisa cari tahu tentang permasalahan mereka di internet, dari forum, searching, komentar-komentar di portal berita atau komentar di YouTube, review produk di e-commerce dan lainnya yang tentu saja berkaitan dengan topik blog Kamu.

Setelah Kamu melakukan riset di atas, maka Kamu akan menemukan obsesi terbesar mereka.

Sebagai contoh, untuk audiens pekerja kantoran, maka Kamu akan mendapatkan obsesi atau hasil yang ingin mereka capai seperti ini:

Susun Visi dan Misi Blog Kamu

Misi blog Kamu menunjukkan bagaimana Kamu membantu audiens Kamu mengatasi permasalah mereka dan mencapai apa yang mereka inginkan.

Kenapa ini sangat penting?

Ketika ada pengunjung baru, mereka akan melihat dan mengecek apakah blog Kamu dapat membantu mereka mendapatkan informasi yang mereka cari. Apakah Kamu bisa membantu permasalahan mereka.

Kalau mereka membaca misi dari blog Kamu dan ternyata cocok dengan apa yang mereka ingin tahu, maka mereka akan betah di blog Kamu.

Sebaliknya, ketika tidak sesuai, mereka akan langsung pindah ke website lainnya.

Terus, bagaimana cara menulis misi blog?

Kamu bisa menggunakan template ini:

Saya membantu [audiens] tentang bagaimana [mendapatkan hasil]

Sebagai contoh:

Ini adalah contoh dan tentu saja Kamu bisa menggunakan kalimat lain yang intinya menyatakan bahwa Kamu membantu permasalahan mereka serta meraih obsesi yang mereka inginkan.

Ringkasan

Luar biasa!

Kalau Kamu baca sampai sini, selamat! Kamu memang benar-benar serius membangun blog Kamu.

Kamu setidaknya sudah tahu hal-hal yang dibahas di bagian ini:

Kamu bisa menggunakan informasi yang ada di bagian ini untuk memposisikan konten atau tulisan yang Kamu buat agar bisa membantu audiens Kamu dalam hal:


Rahasia Meningkatkan Produktivitas dan Konsistensi Kamu Sebagai Penulis

Kesuksesan blog Kamu sangat ditentukan tingkat kemahiran Kamu sebagai penulis.

Kalau Kamu sangat jarang menulis, malas menulis, maka sudah pasti blog Kamu tidak akan pernah menghasilkan apa-apa.

Apalagi kalau Kamu tidak suka menulis, stop, tidak ada gunanya Kamu membaca panduan tentang blog yang super panjang ini.

Kamu bergumam, Saya suka menulis, kok. Menulis adalah hobi saya!

Ya, Kamu hobi menulis. Menulis hal-hal yang Kamu suka.

Kenyataannya, kalau Kamu ingin blog Kamu dibaca banyak orang, Kamu harus menulis apa yang pembaca suka - dan, ini yang harus Kamu lakukan secara konsisten.

Lalu bagaimana caranya meningkatkan produktivitas dan konsistensi Kamu sebagai penulis?

Kenyataan Pahit tentang Menjadi Penulis Sukses

Kalau Kamu ingin menjadi blogger sukses, Kamu harus mengikuti kebiasaan penulis sukses.

Penulis profesional ini bisa menulis sampai sebanyak 15.000 kata sehari, lebih dari sejuta kata per tahun.

Memang, butuh waktu untuk bisa membangun otot menulis seperti ini.

Terus, bagaimana dengan penulis pemula?

Penulis pemula harus mempunyai target: 1.000 kata per hari.

Terlalu banyak atau sedikit?

Kenyataannya, 1.000 kata per hari tidak terlalu berdampak.

Tapi, jika Kamu sukses bisa menulis 1.000 kata setiap hari, konsisten tanpa henti?

Ini bisa mengubah hidup kamu.

Dua atau tiga bulan, Kamu bisa menyelesaikan buku pertama Kamu.

Kalau Kamu bisa melakukan ini secara konsisten selama 3 sampai 5 tahun, Kamu bisa menjadi penulis sukses.

Semua dari 1.000 kata per hari. Setiap hari. Tanpa jeda.

Pertanyaannya adalah….

Bagaimana caranya bisa menulis konsisten 1.000 kata setiap hari?

Karena begitu mudahnya menyerah.

Kamu punya seribu satu alasan untuk tidak menulis.

Banyak tugas. Harus mengurusi keluarga, anak-anak. Ada kerabat yang bertamu.

Ah, besok sajalah menulisnya. Setiap orang berhak istirahat, kan?

Salah.

Penulis serius tidak istirahat. Setidaknya di awal. Tidak ketika mereka sedang membangun otot menulis mereka.

Sebaliknya, mereka membuat keputusan sederhana:

Mereka tetap menulis setiap hari. Apapun situasi dan kondisinya.

Ada BTS konser di komplek? Mereka menulis.

Libur hari raya? Mereka menulis.

Dapat undian berhadiah? Mereka menulis.

Kerabat terkena musibah? Mereka menulis.

Apapun yang terjadi, suka duka, mereka tetap menulis.

Bukan hobi ataupun panggilan.

Tapi pekerjaan.

Kalau Kamu cepat menerima kenyataan pahit ini, semakin baik, semakin cepat Kamu bisa sukses menjadi penulis.

Bukan maksud menyatakan bahwa ini pekerjaan jelek atau Kamu tidak suka.

Tetapi, Kamu harus melakukan ini dengan serius, seperti halnya Kamu bekerja di perusahaan.

Maksudnya?

Seperti Halnya Kerja, Menulis Punya Jadwal Tetap

Apa yang akan terjadi kalau Kamu misalnya datang ke kantor di jam yang berbeda setiap harinya?

Atau hanya hari-hari tertentu saja, tergantung mood Kamu?

Kemungkinan besar Kamu akan dipecat, kan?

Ya, sama halnya seperti menulis.

Saat ini, Kamu mungkin menulis ketika kalau ada waktu senggang dan Kamu berpikir ini adalah sesuatu yang biasa dilakukan banyak orang.

Betul, jika Kamu hanya ingin menjadi penulis biasa.

Penulis serius menulis dengan jadwal yang tetap. Mereka menulis di jam yang sama setiap hari dan waktu menulis yang sama.

Untuk bisa menulis 1.000 kata, Kamu minimal membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam.

Kamu harus mencari waktu 3 jam ini setiap hari, baik hari kerja ataupun libur, Kamu tetap menulis.

Kamu tidak boleh terlambat, atau selesai lebih cepat.

Kamu harus menulis sesuai jadwal.

Tak peduli ada apapun yang menghalangi Kamu menulis.

Seperti Halnya Kerja, Menulis Tidak Boleh Ada Interupsi

Kalau ada teman Kamu yang mengajak nonton konser BTS, boyband favorit kesukaan Kamu, tetapi seharusnya Kamu menulis di waktu yang sama?

“Sori, gue harus kerja. Bos gue gak ngijinin.”

Cakeep.

Ini bukan bohong. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menulis adalah pekerjaan.

Kamu juga adalah seorang bos, yang berhak menentukan tindakan Kamu sendiri.

Tidak untuk nonton konser. Tidak untuk menjamu kerabat yang data ke kota Kamu. Tidak untuk menghadiri acara malam mingguan di komplek.

Kecuali?

Ketika Kamu sudah menyelesaikan satu proyek besar, buku atau novel misalnya.

Kamu bisa istirahat seminggu saja. Tidak lebih.

Proyek besar biasanya tulisan sebanyak 50.000 kata.

Setiap Kamu bisa selesaikan proyek besar ini, Kamu berhak liburan.

Selebihnya?

Menulis.

Seperti Halnya Kerja, Kamu Harus Siap Untuk Kerja Sebagai Penulis

Ada teman kantor Kamu. Dia pintar dan tentu saja qualified di bidangnya.

Dia juga selalu datang tepat waktu ke kantor.

Tetapi, akhirnya dipecat.

Kenapa?

Kamu baru tahu ternyata dia tidak bisa diandalkan, tidak bisa perform dan tidak memberi kontribusi signifikan ke perusahaan.

Tentu, Kamu bisa underperform menulis, satu atau dua kali, tetapi 90% selebihnya, Kamu harus semangat dan fokus ketika menulis.

Kalau Kamu serius ingin menjadi penulis sukses, Kamu harus berikan yang terbaik. Berikan nilai tidak hanya A, tetapi A++.

5 Peraturan Ketat Agar Kamu Bisa Fokus Menulis

Setelah baca sampai sini, Kamu berpikir, “Waduh, susah ya ternyata. Saya sepertinya nggak bisa menulis.”

Kamu salah. Kamu bisa.

Yang pertama harus Kamu lakukan adalah mencari waktu terjadwal untuk menulis.

Waktu yang tepat agar Kamu bisa menulis dengan fokus dan tanpa adanya gangguan.

Kapan?

Pagi hari. Jam 4 atau 5 pagi.

Kenapa pagi? Karena sedikit orang yang berpotensi mengganggu Kamu (keluarga Kamu kebanyakan masih tidur) atau sedikit hal yang bisa membuat kamu terinterupsi.

Pagi hari, sehabis bangun tidur pikiran masih segar. Kamu bisa lebih fokus dan efektif dalam merangkai kata.

Siang atau sore pasti Kamu sibuk melakukan aktivitas dan tidak akan terlalu efektif menulis.

Kalau tidak pagi, malam. Tergantung preferensi Kamu.

Yang penting Kamu bisa fokus menulis tanpa diganggu.

Setelah memastikan waktu untuk menulis, berikutnya mengatasi musuh terbesar dari produktivitas:

Distraksi.

Untuk bisa menyelesaikan target menulis Kamu, ikuti 5 peraturan ketat ini:

Aturan#1: Singkirkan Handphone

Matikan handphone Kamu.

Jangan takut ketinggalan berita atau takut ada pesan penting dari Bos atau klien Kamu yang tidak Kamu baca.

Kamu bisa mengecek semua notifikasi ini setelah Kamu selesai menulis.

Beritahu rekan-rekan Kamu bahwa, misalnya dari jam 4 sampai dengan 7 pagi, Kamu menonaktifkan handphone Kamu untuk sementara waktu.

Lakukan hal ini, maka Kamu pasti akan terkejut betapa produktifnya Kamu dalam menulis.

Aturan#2: Matikan Internet

Internet juga menjadi salah satu distraksi utama dalam menulis.

Terkadang, Kamu perlu mencari referensi tentang hal yang Kamu tulis dan Kamu perlu Googling.

Namun, apa yang terjadi? Kamu malah browsing ke Facebook, cek email, kepoin orang di Instagram, dan hal nggak guna lainnya.

Akhirnya Kamu tidak selesai menulis.

Matikan modem Internet Kamu, tulis semua yang Kamu bisa, saat itu juga.

Kalau perlu referensi, Kamu bisa tambahkan setelah draft pertama Kamu selesai.

Aturan#3: Tidak Ada Pemandangan

Kamu pastinya sering mendengar mitos: untuk bisa menulis dengan baik, perlu inspirasi, dan inspirasi bisa didapat ketika dalam kondisi rileks, sambil lihat pemandangan indah tentunya.

Bullshit.

Kamu bakalan sering lihat pemandangan daripada menulis.

Dan, apa Kamu tahu pemandangan yang bisa membuat produktif Kamu menulis?

Tembok.

Cari sudut tembok di rumah Kamu, pindahkan meja ke situ, dan mulai menulis dihadapan tembok.

Begini kenyataannya:

Kalau Kamu merasa masih pemula dalam menulis, Kamu perlu mengkondisikan situasi atau lingkungan yang paling membuat Kamu bosan.

Jangan coba-coba pergi ke mall, ke gerai kopi atau kafe yang membuat Kamu merasa nyaman dan menulis di sana .

Cari tempat yang sangat membosankan sehingga Kamu ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.

Bagaimana caranya? Ya, dengan menyelesaikan tulisan Kamu.

Memang pahit, tapi ini membuat Kamu lebih produktif.

Aturan#4: Tidak Ada Orang

Tidak seperti aktivitas atau pekerjaan lainnya yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, menulis dikerjakan sendirian.

Salah satu rahasia mengatasi kesendirian ketika menulis bukanlah dengan menempatkan Kamu di tempat yang banyak orang.

Rahasianya adalah bagaimana secepatnya menyelesaikan tulisan Kamu, lalu habiskan waktu bersama keluarga Kamu ketika Kamu TIDAK menulis.

Aturan#5: Tidak Ada Camilan

Kalau Kamu menulis di waktu yang cukup lama, kemungkinan Kamu merasa lapar. Saat tertentu, lapar ini jadi semacam gangguan dan Kamu perlu makan supaya Kamu bisa kembali fokus.

Tapi kenyataannya, makan atau ngemil membuat Kamu tidak fokus menulis.

Kamu harus menyiapkan makanan dulu, atau pesan di aplikasi. Setelah itu Kamu makan.

Tangan Kamu sibuk makan, tidak sibuk menulis.

Terakhir, Kamu beres-beres sisa makanan di meja sebelum Kamu menulis lagi.

Makan atau ngemil membuat Kamu tidak produktif menulis.

Terus, gimana dong?

Makanlah secukupnya sehingga Kamu tidak merasa lapar saat menulis.

Kalau Kamu lapar di saat menulis, segeralah selesaikan tulisan Kamu sehingga Kamu bisa segera makan.

Kabar Baik untuk Kamu

Kabar baiknya adalah Kamu tidak harus melakukan ini selamanya.

Peraturan ini hanyalah di fase awal agar Kamu bisa membentuk kebiasaan menulis.

Kalau Kamu sudah terbiasa menulis, maka apapun gangguannya tidak akan membuat Kamu berhenti mengetik.

Kamu tetap bisa menulis sambil nongkrong di kafe, sambil ngecek hape, sambil ngemil, sambil ngobrol dengan keluarga Kamu dan tetap bisa menyelesaikan tulisan Kamu dengan baik.

Kalau Kamu belum terbiasa, maka kelima aturan ketat di atas harus sebisa mungkin Kamu ikuti.

Rencanakan dan Berpikirlah Sebelum Kamu Mulai Menulis

Kamu sudah mendapatkan jadwal yang tepat untuk menulis.

Kamu mulai menulis, tetapi bingung apa yang mau ditulis.

Untuk mendapatkan ide, Kamu mulai mencari referensi di internet, buka Google.

Alih-alih mendaptkan ide, Kamu malah browsing ke berita dan gosip selebriti lainnya, bahkan jadi nonton video prank di YouTube sehingga Kamu tidak jadi menulis.

Ya, salah satu ganjalan dalam menulis adalah ide atau hal apa yang akan Kamu sampaikan ke pembaca.

Terkadang, untuk menulis satu kalimat pembuka saja kesusahan.

Termasuk saya sendiri, ketika ingin menulis sesuatu terkadang masih kesulitan untuk menghubungkan satu ide ke ide yang lainnya sehingga menjadi satu kesatuan ide yang utuh.

Lalu, bagaimana caranya agar Kamu bisa mendapatkan kreativitas atau ide untuk menulis?

Kuncinya: banyak membaca dan banyak menulis.

Perbanyak baca. Berita di internet, buku fiksi, nonton video di YouTube.

Jenis buku yang Kamu baca juga bisa bervariasi: romansa, horor, biografi, politik, bisnis, dan lainnya.

Kenapa?

Dengan banyak membaca, maka pikiran Kamu akan dipenuhi banyak cerita dan informasi yang seiring berjalannya waktu, fakta, cerita, juga informasi ini akan saling tehubung yang bisa menyebabkan Kamu mendapatkan ide baru.

Itu yang pertama, banyak membaca.

Apalagi? Berikutnya, tanya audiens atau pembaca Kamu.

Kamu bisa melakukan survey kecil-kecilan ke audiens Kamu dengan hanya satu pertanyaan berikut:

Apa yang menjadi masalah atau frustasi terbesar Kamu tentang [topik] saat ini?

Contohnya, “Apa yang menjadi frustasi terbesar Anda tentang menjalani kehidupan rumah tangga?”

Pertanyaan sederhana, namun jawaban yang diberikan audiens Kamu akan memberikan insight yang sebelumnya terpikirkan dan hal inilah yang menjadi bahan tulisan Kamu selanjutnya.

Kalau Kamu tidak bisa melakukan survey ini, Kamu juga bisa browsing di internet tentang apa yang menjadi permasalahan terbesar dari audiens Kamu dengan membaca banyak komentar-komentar di media sosial, kanal berita, ataupun komentar di YouTube.

Nah, kembali lagi di awal tadi, kenapa terkadang Kamu kesulitan untuk merangkai kata menjadi tulisan karena kemungkinan Kamu tidak ada rencana dan masih kurang berpikir tentang apa yang akan Kamu tulis.

Penulis-penulis terkenal seperti Sidney Sheldon, Stephen King menghabiskan waktu berminggu bahkan berbulan sebelum menulis.

Mereka merencanakan dan berpikir terlebih dahulu sebelum menulis.

Salah satu cara untuk memaksa Kamu berpikir adalah dengan menjawab pertanya-pertanyaan berikut:

  1. Siapa sasaran audiens/pembaca Kamu? - Kamu tidak bisa menulis untuk semua orang. Ini jelas. Jadi, tentukan siapa pembaca blog Kamu. Setiap pembaca tentu punya pandangan berbeda tentang topik blog Kamu. Sebagai contoh, topik blog Kamu adalah tentang investasi. Target pembacanya adalah investor yang memiliki banyak uang siap untuk diinvestasikan.
  2. Kenapa pembaca harus peduli dengan tulisan Kamu? - Menyambung contoh di nomor 1, misalkan Kamu membuat topik tulisan tentang “Kenapa properti merupakan instrumen investasi yang kurang baik?” Di tulisan ini tentunya mereka peduli dan perlu tahu informasi apa yang akan Kamu sampaikan karena mereka tidak mau salah langkah dalam berinvestasi. Kamu harus berpikir terlebih dulu, argumen-argumen yang bisa menjelaskan ide Kamu di tulisan ini.
  3. Kira-kira pemikiran apa yang ada di benak pembaca Kamu sebelum membaca tulisan Kamu? - Coba Kamu perkirakan bagaimana pemikiran pembaca Kamu ketika melihat judul di poin 2 di atas? Sebagian besar mereka pasti berpikir skeptis. “Ah, masa sih investasi properti jelek? Kan udah banyak investor yang cuan investasi di properti?” Kamu tulis tentang keraguan pembaca ini di tulsan Kamu, seolah-olah Kamu bisa membaca pikiran mereka.
  4. Saran terbaik apa yang Kamu berikan sehingga bisa membuat Wow pembaca Kamu? - Tulisan Kamu sebisa mungkin memuat ide-ide yang jarang ditulis oleh penulis blog lainnya. Buat pembaca Kamu terkejut dengan insight yang Kamu sampaikan. Kembali ke contoh, Kamu bisa berargumen bahwa investasi properti seperti rumah, apartemen itu kurang likuid, agak susah dijual. Belum lagi ada biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan tiap bulannya. Kamu juga bisa sarankan, kalau pembaca bersikeras untuk tetap ingin ivestasi di properti, maka tanah lebih baik dibandingkan rumah atau apartemen karena tidak perlu keluar biaya pemeliharaan.
  5. Apa contoh nyata yang bisa Kamu berikan untuk mendukung saran atau argumen di tulisan Kamu? - Kamu juga harus memberikan contoh-contoh atau fakta juga berita yang dapat mendukung saran atau argumen dari tulisan Kamu. Berikan contoh bahwa sudah banyak investor-investor yang salah beli rumah dan tidak bisa dijual lagi sampai sekarang. Kamu jelaskan lagi bahwa adanya penuruan trend penjualan properti sejak 5 tahun terakhir, dan fakta-fakta lainnya.
  6. Bagaimana Kamu ingin Pembaca rasakan ketika selesai membaca tulisan Kamu? - Emosi atau perasaan bisa membuat Kamu terkoneksi dengan pembaca. Buat kalimat yang bisa menggugah perasaan pembaca Kamu. Dengan saran yang Kamu berikan, maka pembaca merasa “terselamatkan” dari risiko kehilangan uang yang mereka dapatkan dengan seluruh jerih payah mereka kalau mereka berinvestasi di properti. Kamu sampaikan ke pembaca, mereka tidak perlu khawatir, uang mereka terselamatkan dan bisa diinvestasikan ke instrumen lainnya yang memberikan imbal hasil yang lebih baik. Mereka bisa tidur nyenyak di malam hari.

Ringkasan

Kalau Kamu baca sampai sejauh ini, seharusnya Kamu sudah bisa membuat draft pertama tulisan Kamu.

Di bagian ini, Kamu sudah tahu bagaimana cara agar Kamu bisa konsisten menulis:

Kamu harus menulis setiap hari di waktu yang sama.

Singkirkan handphone Kamu, matikan internet, tidak ada pemandangan untuk Kamu, menyendirilah, makan secukupnya, dan mulailah menulis.

Kalau Kamu bisa melakukan ini selama 2 - 3 bulan secara konsisten, maka menulis akan menjadi kebiasaan Kamu dan memperbesar peluang Kamu untuk menjadi penulis atau blogger sukses.

Ide menulis bisa Kamu dapatkan jika Kamu banyak-banyak membaca, juga banyak menulis. Cari tahu apa yang menjadi permasalahan terbesar pembaca Kamu dan berikan solusinya.

Dengan mengikuti panduan ini, Kamu tidak akan kehilangan pembaca blog Kamu.


Panduan Pamungkas tentang Menulis

Apapun motivasi Kamu membuat blog: ingin menolong orang, ingin mendapatkan penghasilan dan membuat hidup Kamu lebih baik, pasti kembali lagi ke topik tentang menulis.

Karena tulisan adalah konten utama dari blog.

Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara membuat tulisan yang baik?

Ada 3 aturan tak terbantahkan agar Kamu bisa menulis dengan baik:

  1. Jangan pernah berpikir untuk mencari jalan pintas. Latihan, latihan, dan latihan. Tidak ada jalan pintas untuk bisa handal dalam menulis selain terus berlatih setiap hari.
  2. Jangan berharap hasil instan. Semua butuh proses, begitu juga dalam menulis. Tetap konsisten untuk terus menulis dan tetap sabar.
  3. Jangan mencoba untuk membuat tulisan yang original. Contek dan pelajari blog lain yang sudah terbukti memiliki banyak audiens dan banyak trafik.

Selain 3 aturan di atas, tulisan yang baik juga mempunyai 5 kriteria.

Setiap tulisan membutuhkan:

  1. Topik yang berhubungan dengan obsesi audiens.
  2. Judul yang terbukti mendatangkan trafik.
  3. Pembukaan yang menarik minat pembaca.
  4. Isi tulisan yang fresh, mengejutkan, dan nasihat jelas apa yang harus dilakukan.
  5. Penutup yang menginspirasi pembaca untuk ‘take action’.

Mari kita lihat kriteria pertama yang berkaitan dengan topik menulis.

Kriteria #1 - Topik yang berhubungan dengan obsesi audiens

Menentukan topik tulisan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Kamu juga jangan memilih topik sesuai keinginan Kamu sendiri.

Topik yang dipilih haruslah berhubungan dengan audiens Kamu.

Bahkan apa yang menjadi obsesi audiens Kamu.

Obsesi? Maksudnya?

Obsesi - tujuan, impian, keinginan, ketakutan, dan kegelisahan.

Ya, Kamu harus tahu dulu apa yang menjadi tujuan, impian dari pembaca atau audiens Kamu.

Bagaimana caranya?

Dengan menggunakan empati.

Apa itu Empati

Empati adalah:

Empati bukanlah:

Kenapa Empati Penting dalam Tulisan

Ketika Kamu memiliki empati ke pembaca, mereka akan merasakan bahwa Kamu kenal mereka secara personal.

Bahkan, mereka akan merasa Kamu bisa membaca pikiran mereka.

Itu karena Kamu bisa mengerti perasaan terhadap kegelisahan mereka.

Dan Kamu juga tahu apa dampaknya terhadap kehidupan mereka.

Saat pembaca percaya bahwa Kamu bisa mengerti perasaan mereka, mereka akan percaya juga bahwa Kamu memiliki solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan yang mereka hadapi.

Jika Kamu bisa belajar menulis dengan empati, secara otomatis Kamu memiliki keunikan tersendiri dari kebanyakan penulis atau blogger yang lain.

Hal ini akan mengubah cara Kamu dalam membuat tulisan.

Bagaimana Empati Membuat Tulisan Kamu Menjadi Lebih Baik

Bayangkan ketika Kamu menulis dan Kamu tahu di awal tentang:

Mantab kan?

Kamu mungkin masih ragu apakah Kamu benar-benar tahu semua hal ini di setiap tulisan Kamu.

Fakta sebenarnya adalah, yaa, Kamu tidak bisa baca pikiran pembaca, Kamu tidak akan pernah tahu dengan kepastian 100%.

Tapi, Kamu setidaknya bisa menebak kira-kira apa yang ada di pikiran audiens Kamu.

Ketika Kamu belajar cara menebak pikiran mereka, Kamu akan menyadari:

Bagaimana Cara Membaca Pikiran

Konsultasilah ke dukun.

Bercanda.

Mulailah dengan bertanya ke diri sendiri:

#1. Kenapa [audiens Kamu] tertarik dengan [topik ini]?

Contohnya:

Kamu sudah tahu alasan kenapa audiens Kamu tertarik dengan topik Kamu, selanjutnya adalah tambahkan sedikit urgensinya.

Pembaca Kamu mungkin sedikit tertarik dengan topik tertentu, tapi jangan lupa bahwa mereka kebanyakan sibuk dan sedang mengerjakan hal lainnya.

Jika blog Kamu tidak menarik atau tidak ada urgensi kenapa mereka harus membaca tulisan Kamu, mereka tidak akan membaca tulisan Kamu sampai selesai.

Sebaliknya, jika judul tulisan Kamu menjanjikan pembaca untuk bisa mengatasi permasalahan mereka saat ini, maka kemungkinan mereka akan berhenti melakukan kesibukan mereka dan mulai membaca serius tulisan Kamu sampai habis.

Pembaca di situasi ini akan melakukan apapun untuk mengatasi permasalahan mereka.

Itulah kenapa, pertanyaan berikutnya adalah:

#2. Apakah [topik ini] membuat pembaca terbawa mimpi, bahkan membuatnya terbangun di jam 12 malam?

Ketika Kamu menulis tentang impian dan apa yang menjadi perhatian serius dari pembaca yang membuat mereka terbangun di tengah malam karena terus memikirkan hal itu, maka Kamu sudah mendapatkan perhatian mereka.

Contohnya:

Ini hanya contoh, Kamu bisa menyesuaikan dan memodifikasi contoh di atas.

Lalu, bagaimana cara mengetahui atau mencari obsesi dari audiens Kamu?

Bagaimana Cara Mencari Obsesi Audiens?

Kamu bisa mencari banyak informasi menggunakan tiga taktik ini.

  1. Seolah-olah menjadi bagian dari audiens - Tempatkan diri Kamu di sisi pembaca, sehingga juga turut merasakan apa yang mereka alami.
  2. Contek kompetitor blog Kamu - Kamu juga bisa melihat komentar-komentar yang ada di blog lain yang memiliki niche yang sama dengan blog Kamu.
  3. Cari di internet - Kamu bisa juga mencari obsesi audiens di internet, social media, seperti YouTube, Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya.

Kamu bisa juga mencari apa yang menjadi impian ataupun permasalahan dari audiens Kamu melalui search engine atau forum-forum.

Dengan mengetahui apa obsesi audiens Kamu, maka Kamu bisa menentukan topik dengan empati.

Lalu, sebelum menulis, Kamu perlu juga perlu menentukan judul dari tulisan Kamu.

Judul juga menjadi salah satu elemen penting dari tulisan yang baik.

Kriteria #2 - Judul yang terbukti mendatangkan trafik

Menurut Kamu, bagian apa yang paling penting dalam tulisan atau blog?

Ya betul, judul.

Judul adalah gerbang utama tulisan Kamu.

Trafik ke blog Kamu berawal dari judul.

Judul yang tidak menarik dan tidak dilirik oleh pembaca akan membuat blog yang sudah Kamu bangun menjadi gagal.

Lalu, bagaimana cara membuat judul yang menarik?

Di bagian ini, Kamu akan segera tahu contoh-contoh judul yang mendatangkan trafik.

Tidak perlu banyak teori.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Kamu tidak perlu membuat judul atau tulisan yang original.

Yang perlu Kamu lakukan adalah prinsip terkenal yang bernama ATM.

Amati - Tiru - Modifikasi.

Berikut ini contoh-contoh judul yang dapat Kamu ATM-kan.

Judul Bagaimana-Cara

Judul Bagaimana-Cara adalah judul super sederhana yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan pembaca atau hal yang ingin dicapai oleh pembaca.

Tipe judul ini banyak dipakai di hampir semua blog karena selain mudah dibuat, judul ini juga sangat populer di kalangan pembaca.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Daftar-Poin

Judul Daftar-poin adalah tulisan yang isinya tentang beberapa jumlah poin terkait topik yang akan Kamu bahas.

Sama seperti Judul Bagaimana-Cara, tipe judul ini juga banyak digunakan di banyak blog.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Orang-Terkenal/Ahli

Judul ini tentang grup orang terkenal, seperti selebriti, para ahli atau orang-orang yang diakui secara kemampuannya oleh banyak orang.

Kamu bisa menggunakan judul ini untuk mendapatkan koneksi dengan influenser yang berkaitan dengan topik atau niche blog Kamu.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Banyak-Poin

Judul Banyak-Poin ini sesuai namanya, menyajikan banyak poin, setidaknya 50.

Poin yang banyak dalam tulisan akan membuat tulisan tersebut sangat bernilai di mata pembaca dan menjadi konten yang tetap relevan di masa mendatang.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Pamungkas/Komprehensif

Sesuai namanya, judul ini menjanjikan tulisan detail tentang suatu topik tertentu.

Judul ini bisa mengundang banyak trafik dan bisa meningkatkan otoritas/kredibilitas blog Kamu.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Kenapa

Judul kenapa mengenalkan ke pembaca Kamu bagaimana berpikir/melihat suatu hal dari sudut pandang yang baru.

Tulisan dengan judul ini membuat permasalahan pembaca menjadi lebih tercerahkan dan tentu saja mendapatkan insight atau pengetahuan yang baru.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Judul Studi Kasus

Studi kasus adalah cerita sukses yang dapat menginspirasi pembaca dan membuat mereka mengikuti panduan yang ada dalam tulisan sehingga dapat membantu mereka meraih apa yang mereka inginkan.

Tulisan dengan judul ini fokus kepada hasil yang terukur dan peningkatan.

Contoh yang dapat Kamu tiru:

Kriteria #3 - Pembukaan yang menarik minat pembaca

Seperti halnya judul yang berfungsi untuk membuat calon pengunjung blog Kamu nge-klik dan membuka tulisan Kamu, begitu juga dengan pembukaan.

Pembukaan tulisan yang menarik akan membuat pengunjung untuk membaca tulisan Kamu sampai habis.

Hal ini akan membuat pembaca jadi nyantol ke tulisan Kamu, membuat mereka penasaran, dan ini menjadi ajang Kamu untuk membuat wow pembaca dengan pengetahuan Kamu.

Nah, gimana caranya?

Di bagian sebelumnya, Kamu sudah tahu tentang empati.

Ya, pembukaan yang menarik haruslah berfokus pada apa yang menjadi perhatian pembaca, bukan fokus ke Kamu sebagai penulis.

Pembukaan dengan empati akan membuat koneksi secara langsung dengan pembaca, menarik mereka serta membuat mereka yakin bahwa Kamu tahu apa yang sedang mereka rasakan dan pikirkan tentang topik yang Kamu tulis.

Mulai dengan Pertanyaan

Kamu bisa memulai dengan pertanyaan berikut.

Lalu, Kamu bisa menambah beberapa kalimat tentang apa yang pembaca pikirkan tentang masalah mereka.

Contoh:

Apakah Kamu pernah merasa bosan kerja di kantor?

Berangkat saat matahari belum terbit dan pulang saat matahari terbenam.

Jarang melihat matahari.

Tidak punya waktu untuk keluarga.

Bahkan Kamu berpikir ingin resign saja, membuat usaha sendiri.

Cerita yang unik

Selain pertanyaan yang memahami perasaan pembaca, Kamu juga bisa memulai tulisan dengan cerita yang unik.

Cerita unik yang tentunya berkaitan erat dengan topik yang akan Kamu tulis.

Misal:

Seseorang melihat seekor gajah di tempat sirkus diikat oleh tali kecil di kakinya.

Dia berpikir, kenapa gajah itu tidak kabur saja? Bukannya cuma diikat oleh tali kecil dan dengan kekuatannya, tali itu bisa putus dengan mudah.

Penasaran, dia bertanya ke pelatih gajah tersebut.

Pelatih bercerita, sejak kecil gajah itu sudah diikat dengan tali yang sama dan sejak kecil juga si gajah terus berusaha untuk kabur, tapi selalu gagal.

Sampai sudah besar pun, si gajah masih tetap mengira bahwa talinya lebih kuat darinya.

Kamu bisa menggunakan pendekatan lainnya, yang penting buatlah pembaca penasaran dan nyaman sehingga mereka terus membaca tulisan Kamu sampai selesai.

Kriteria #4 - Isi tulisan yang fresh, mengejutkan, dan nasihat jelas apa yang harus dilakukan

Isi tulisan adalah bagian di mana Kamu menyampaikan solusi dari apa yang menjadi permasalahan pembaca.

Seperti halnya judul dan pembuka, di bagian isi ini, Kamu harus tetap membuat pembaca betah membaca tulisan Kamu sampai selesai.

Untuk mencapai hal ini, Kamu bisa menggunakan taktik berikut.

Sampaikan Persamaan Kamu dengan Pembaca

Kalau Kamu punya cerita yang sama dengan apa yang dialami pembaca, Kamu bisa menulis tentang ini.

Bagaimana pengalaman Kamu dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan adanya kesamaan cerita, pembaca akan merasa lebih nyaman dan tentu saja mereka akan betah membaca tulisan Kamu sampai selesai.

Pastikan cerita yang Kamu sampaikan tidak terlalu panjang, sekitar 3-6 kalimat.

Jangan sampai tulisannya terlalu banyak bercerita tentang Kamu.

Tulisan yang Kamu buat harus lebih banyak tentang pembaca.

Gunakan Pernyataan atau Poin yang Mengejutkan dan Mengundang Rasa Penasaran

Pembaca Kamu adalah orang yang sibuk dan pasti akan membaca sekilas tulisan Kamu.

Lalu mereka mencari bagian yang paling penting atau inti dari tulisan Kamu.

Kalau Kamu tidak memiliki isi, pernyataan, atau poin yang bisa membuat pembaca terkejut, maka pembaca akan meninggalkan tulisan Kamu.

Pada poin argumen, nasihat, atau solusi yang Kamu berikan di tulisan Kamu haruslah solusi yang tidak biasa, bukan solusi yang sudah sering pembaca temukan di tulisan atau blog lainnya.

Berikan solusi terbaik yang ‘Wow’, yang unik, dan mengundang rasa penasaran pembaca.

Berikan Banyak Contoh

Salah satu cara cepat untuk bisa meningkatkan keterampilan Kamu dalam menulis adalah dengan memberikan banyak contoh ke pembaca.

Contoh bisa berupa gambar, hasil capture layar, cerita pendek, poin, link website - apa saja yang membuat ide atau solusi Kamu menjadi lebih mudah dimengerti pembaca.

Coba beri satu contoh setiap poin yang Kamu sampaikan ke pembaca.

Mudah Dibaca

Tulisan yang Kamu buat haruslah mudah dibaca.

Gunakan kalimat sederhana yang mudah dimengerti.

Hindari kalimat panjang.

Penyusunan kalimat di paragraf pun harus Kamu buat agar tidak penuh.

Bagaimana caranya?

Satu kalimat satu paragraf.

Memang, ini agak berbeda dengan aturan penulisan yang Kamu pelajari waktu SD dulu.

Waktu di SD kita diajarkan untuk menulis satu paragraf di mana kalimatnya saling berkaitan dan mengandung satu pokok pikiran.

Coba bandingkan, kedua contoh tulisan berikut.

Tulisan 1:

Blog (dari kata web log[1]) adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan.

Tulisan 2:

Blog (dari kata web log[1]) adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web.

Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian.

Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan.

Kelihatan kan, bedanya, mana yang lebih mudah dibaca?

Berkualitas

Fokuslah pada kualitas dan bukan kuantitas tulisan.

Hal ini sering menjadi salah satu kesalahan kebanyakan blogger.

Banyaknya tulisan dalam blog tidak menjamin blog Kamu akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari dibandingkan yang jumlah tulisannya sedikit.

Lebih baik 1 tulisan tetapi berkualitas, dibandingkan 20 tulisan tetapi hanya menulis ala kadarnya saja.

Rencanakan terlebih dulu tentang apa yang akan Kamu tulis.

Outline atau poin-poin apa saja yang akan Kamu sampaikan.

Lakukan penelitian dan kajian tentang topik atau hal tersebut sehingga tulisan yang kamu buat berkualitas, pembahasannya detail dan mendalam sampai membuat pembaca nge-share tulisan Kamu ke sosial media.

Kriteria #5 - Penutup yang menginspirasi pembaca untuk ‘take action’

Penutup merupakan bagian yang terkadang tidak dimaksimalkan oleh kebanyakan penulis.

Kamu juga sebaiknya juga tidak menganggap remeh tulisan di bagian akhir ini.

Tugas Kamu sebagai blogger tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga harus memberikan pembaca inspirasi, semangat, motivasi, harapan, dan energi serta mental yang tepat untuk membuat mereka bergerak, membuat mereka take action.

Kalau Kamu bisa membuat audiens Kamu untuk take action, ini akan mambuat Kamu selangkah lebih maju untuk bisa sukses nge-blog.

Bagian terbaik untuk menyampaikan hal ini adalah di akhir tulisan Kamu.

Kamu bisa membuat pembaca tidak hanya agar mereka membeli produk Kamu, tetapi juga bagaimana Kamu menjual ide Kamu - untuk meyakinkan pembaca bahwa mereka bisa meraih apa yang menjadi tujuan dan mimpi mereka.


Tips Mengembangkan Blog

Di bagian akhir tulisan ini, Kamu akan mengetahui bagaimana cara mengembangkan website untuk blog Kamu.

Kemungkinan Kamu berpikir, “Lho, kok bagian ini ada di bagian akhir? Seharusnya kan yang paling penting dan seharusnya dibahas di awal tulisan.”

Saya bisa berargumen, bahwa membuat website seharusnya ada di prioritas akhir.

Kenapa? Ya, saya ulangi lagi, yang paling penting adalah konten, tulisan Kamu.

Membuat blog jaman now sangatlah mudah.

Ada banyak pilihan, yang gratis ataupun yang berbayar.

Mulai dari blogger yang gratis atau Kamu bisa sewa pengembang web profesional.

Ini mudah.

Yang tidak mudah adalah setelah blog Kamu selesai dibuat, apakah Kamu konsisten dalam mengembangkan isi atau konten blog Kamu.

Kebanyakan orang, setelah blog atau website dibuat, mereka senang, merasa sudah berhasil dan sukses.

Tunggu dulu bung.

Ini baru permulaan.

Setelah ini mereka bingung mau isi apa, malas buat tulisan, yang akhirnya blog tidak diurus dan dibiarkan begitu saja.

Lalu bagaimana?

Saya beri tahu tips pertama dalam mengembangkan blog:

Tips#1: Sebelum membuat blog, pastikan dulu topik atau niche-nya

Hal ini harus Kamu lakukan agar waktu, tenaga, dan biaya Kamu tidak terbuang percuma.

Baca lagi pembahasan tentang topik di bagian awal tulisan ini.

Tentukan topik blog Kamu.

Sekali lagi saya ingatkan, pemilihan topik blog adalah langkah awal yang sangat penting.

Kalau Kamu salah pilih topik, maka pengembangan blog ke depannya akan lebih sulit.

Kamu ingin tetap nge-blog walaupun masih bingung tentukan topik?

Saya sarankan, Kamu kembangkan blog Kamu di platform gratisan seperti blogger, wix, kompasiana, dan lainnya terlebih dulu.

Setelah Kamu yakin dalam menentukan topik dan Kamu serius untuk berkarir nge-blog, Kamu bisa lakukan tips kedua berikut.

Tips#2: Gunakan Wordpress Self-Hosted (Hosting Sendiri)

Ada 2 jenis Wordpress: wordpress.org dan wordpress.com (versi platform gratisan).

Pastikan Kamu gunakan yang wordpress.org.

Ada banyak platform blog yang gratisan, tetapi kenapa harus Wordpress yang self-hosted?

Wordpress ini cocok untuk pemula atau siapa saja yang baru berkenalan dengan dunia website atau yang ingin membuat blog.

Kalau Kamu bisa membuat blog dengan koding dan tanpa Wordpress, tentu ini lebih baik lagi.

Untuk teknis instalasi Wordpress tidak dibahas di blog ini.

Kamu bisa mencari caranya dan mengikuti panduannya di blog lain.

Tips#3: Gunakan Tema Premium Wordpress

Kamu sudah berhasil meng-instal Wordpress? Mantab!

Selanjutnya, Kamu pasti bingung memilih tema.

Saking populernya Wordpress, banyak developer yang berkontribusi untuk membuat temanya.

Ini membuat pengguna bisa memilih ribuan tema yang gratis maupun yang berbayar.

Lalu, kenapa Kamu harus memilih tema premium yang berbayar daripada yang gratisan?

Jadi, janganlah buang waktu Kamu untuk meng-gonta-ganti tema yang akhirnya Kamu menjadi tidak memulai menulis konten di blog Kamu.

Tema premium dibuat sedemikian sehingga blog Kamu otomatis teroptimasi secara teknis.

Yang perlu Kamu fokuskan adalah bagaimana membuat tulisan atau konten yang berkualitas.

Tips#4: Beli dan daftarkan nama domain blog Kamu

Untuk memudahkan audiens Kamu menemukan tulisan yang ada di blog Kamu, maka Kamu perlu nama domain.

Tidak lucu kan, kalau untuk mengunjungi blog Kamu, mereka harus menghapal alamat IP seperti 172.105.121.16?

Pada tips kali ini, Kamu akan mengetahui kesalahan yang sering dilakukan oleh kebanyakan blogger dan bagaimana cara memilih nama domain yang baik.

Berikut beberapa kesalahan dalam pemilihan nama domain yang perlu Kamu hindari.

Kamu baru saja tahu apa yang perlu Kamu hindari dalam penamaan domain.

Selanjutnya adalah bagaimana cara membuat nama domain yang baik.

Kamu bisa mengikuti tipe nama domain berikut.

Tipe#1: Nama Manfaat

Tipe nama domain ini langsung menjawab pertanyaan calon pengunjung blog Kamu dan mereka akan mendapat manfaat ketika mereka membaca blog Kamu.

Contohnya: caracepatkaya.com, tipsjualan.com.

Tipe#2: Nama Audiens

Tipe ini menjawab pertanyaan dengan mendefinisikan target audiens yang akan mengunjungi blog Kamu.

Contohnya: investorsaham.com, penikmatkopi.com, pengusahasukses.com.

Tipe#3: Nama Topik

Nama domain ini berdasarkan topiknya.

Penamaan ini paling sering digunakan kebanyakan blog karena mudah diingat dan dicari oleh banyak calon pengunjung.

Contoh: bisnisrumahan.com, ikanhias.com, dietsehat.com.

Tipe#4: Nama Kamu

Kalau yang ini cukup jelas.

Nama Kamu dijadikan nama domain.

Contohnya: pripramudya.com, ekobudi.com, sitimaryam.com.

Domain tipe ini sangat cocok kalau Kamu memang ingin nama Kamu dikenal banyak orang.

Yang perlu menjadi perhatian adalah kekurangannya:

Intinya, Kamu tidak pernah bisa lari dari blog berdomain nama Kamu sendiri.

Jadi, pikirkan dengan matang sebelum Kamu putuskan menamai domain Kamu dengan nama Kamu sendiri.

Tips#5: Fokus pada konten blog

Sewaktu saya pertama kali belajar membuat blog, ada banyak kesalahan yang saya lakukan.

Saya terlalu sering mengganti layout dan desain blog.

Waktu saya habis karena urusan teknis blog.

Sementara konten atau tulisan blog saya nol sama sekali.

Kamu janganlah seperti saya.

Fokuslah terlebih dulu ke perbanyak konten/tulisan yang berkualitas.

Sekarang, saya fokus pada tulisan dan sekadar info, blog ini memiliki rata-rata 10 pengunjung setiap hari.

Yah, memang masih sangat sedikit sekali.

Blog pripramudya.com ini tidak pernah sama sekali saya promosikan.

Trafik benar-benar organik dari mesin pencari.

Fokus utama saya adalah bagaimana saya bisa terus belajar menulis dan memberikan manfaat yang sebesarnya bagi pembaca blog ini.


Ringkasan dan Langkah Selanjutnya

Kalau Kamu membaca sampai sini, selamat! luar biasa!

Kamu sudah selangkah lebih maju dibandingkan sebelumnya.

Ini adalah langkah awal yang baik untuk memulai menulis blog.

Di panduan ini, Kamu sudah belajar mengenai beberapa hal:

Kamu bisa membaca panduan di blog lainnya tentang bagaimana cara meng-instal platform blogging seperti wordpress.

Semua yang Kamu ketahui sebelumnya di tulisan ini hanyalah teori dan tidak akan ada artinya kalau Kamu tidak praktik secara langsung, alias tidak menulis.

Lalu, seperti yang sudah disampaikan di awal, untuk bisa sukses jadi penulis blog memang tidak mudah.

Butuh waktu, perjuangan, dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Pada saat tertentu, mungkin Kamu pasti akan merasakan kejenuhan menulis dan berpikir untuk berhenti menulis.

Ini hal yang wajar dan boleh saja berhenti. Tapi berhenti sejenak.

Setelah kejenuhan Kamu hilang dan mereda, mulailah menulis lagi.

Jangan pernah berhenti menulis.

Menulis tidak harus di blog. Kamu bisa menulis jurnal harian, membuat laporan, juga aktivitas menulis lainnya.

Salah satu keterampilan yang tidak akan rugi Kamu pelajari selain berbicara (public speaking) adalah menulis.

Jadi, mulailah pilih kapan jadwal Kamu menulis setiap harinya. Pagi atau malam, lalu tentukan durasinya 1 atau 2 jam.

Kalau Kamu masih kesulitan menulis kalimat utuh, coba rencanakan terlebih dulu, Kamu mau menulis tentang apa.

Yang penting waktu menulis Kamu digunakan untuk setidaknya memikirkan rencana tulisan Kamu daripada Kamu menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna dan tidak produktif.

Setelah Kamu sudah menentukan mau menulis apa, mulailah dengan kalimat pertama.

Tulislah apa yang ada di pikiran Kamu, semuanya.

Jangan takut tulisan Kamu jelek.

Nanti bisa Kamu edit setelah tulisan Kamu selesai.

Hal ini sangat penting untuk memulai saat awal-awal menulis.

Kalau Kamu tidak memiliki waktu 1 jam untuk menulis, maka cobalah memasang target untuk menulis 1 kalimat per hari.

Menguasai keterampilan apapun pasti butuh pengorbanan.

Waktu, tenaga, dan pikiran.

Begitu juga dengan menulis.

Kalau Kamu bisa konsisten menulis 1 kalimat per hari, maka selanjutnya akan lebih mudah, karena ini akan menjadi kebiasaan rutin Kamu.

Seolah-olah kalau Kamu tidak menulis 1 hari saja, maka seolah ada yang kurang.

Setelah Kamu konsisten menulis 1 kalimat per hari, Kamu bisa lanjut ke 1 paragraf per hari, dan seterusnya.

Akhirnya, Kamu bisa menyelesaikan 1 tulisan.

Tulisan pertama Kamu.

Sampai sini, Kamu pasti berpikir, ah, cuma satu tulisan doang, nggak spesial kok, semua orang juga bisa bikin kayak gini.

Sebaiknya Kamu jangan anggap remeh tulisan pertama Kamu.

Tulisan pertama Kamu akan melahirkan tulisan kedua, ketiga, dan tulisan ke sekian kalinya.

Dari tulisan-tulisan ini Kamu akhirnya bisa merampungkan satu buku.

Ini merupakan satu pencapaian yang patut Kamu banggakan.

Sekarang, coba Kamu bayangkan kalau buku yang Kamu tulis ini dibaca banyak orang dan memberi manfaat bagi mereka yang membaca buku Kamu.

Bagi saya pribadi, membuat tulisan yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain menjadi kepuasan tersendiri.

Dan ini tidak bisa dinilai dengan uang.

Harapannya, Kamu juga memiliki motivasi yang sama seperti saya.

Kalaupun berbeda, tidak apa.

Kamu menulis agar bisa mendapatkan penghasilan? Tentu bisa.

Kita bayangkan skenario lain. Setelah Kamu membuat sebuah buku atau blog yang berisi banyak tulisan Kamu, tiba-tiba ada yang menghubungi Kamu dan meminta untuk menjadi penulis di website atau majalah yang memiliki banyak pengunjung/pembaca.

Atau bahkan dari penerbit yang ingin menjual buku Kamu.

Ok, ini masih berandai dan belum menjadi kenyataan. Tapi tidak menutup kemungkinan kan?

Kamu mungkin masih belum percaya sampai sini.

Baik, saya yakinkan dengan pengalaman saya membangun blog pripramudya.com ini.

Blog ini membuat karir saya naik satu tingkat di tempat kerja saya yang sekarang.

Dengan promosi ini, tentu saja penghasilan saya bertambah.

Yang menjadi poin pentingnya adalah menulis bisa membuka pintu kehidupan Kamu ke arah yang lebih baik.

Jadi, janganlah Kamu ragu ataupun bimbang.

Ayo mulai menulis!

#menulis